Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

24 Agu 2018

Skenario Tuhan

"Jangan terlalu cepat menyimpulkan  sesuatu, karena setiap kejadian adalah merupakan rangkaian proses yang belum selesai, dan cara kerja Tuhan acapakali tidak seperti yang kita lihat dan sangkakan."

Alkisah... di suatu daerah ada seorang petani miskin yang memiliki seekor kuda putih mulus yang elok dan gagah. Ia sangat menyayangi satu-satunya kuda  yang ia miliki itu.

Suatu ketiika, seorang saudagar kaya lewat daerah situ dan melihat  kuda putih sang petani yang sedang ditambat di halaman rumahnya. Demi  melihat kuda itu, sang saudagar tertarik dan ingin membelinya.

18 Agu 2018

Kisah "Bung" Sang Nenek

"Kenapa panjenegan borong semua ‘bung’ itu, Mbah? padahal njenengan sendiri tidak membutuhkan semuanya?, tanyaku padanya ketika ia memborong sejumlah bung yang dipanggul seorang nenek renta sambil berjalan kaki, saat jalan-jalan di sebuah pagi setelah subuh.

"Tidak penting bagiku apakah aku membutuhkan bung itu atau tidak." Ia menjawab dengan datar. "Yang terpenting bagiku adalah aku telah melepaskan harapan nenek itu terhadap lakunya bung-bung itu dengan menjualnya ke pasar

30 Jul 2018

Keyakinan Dan Prasangka Baik

Pada suatu kesempatan saat saya sowan kepada salah satu guru saya, seperti biasanya, saya minta didoakan oleh beliau. Beliau kemudian menjawab, "Dungo iku sugesti, dadi yo tergantung sugestimu. Kapan sugestimu apik tur yakin yo sampean oleh apik, semuno ugo sewalike."

Kakek saya, setiap ada tamu datang ke rumah beliau selalu diberi jamuan seadanya oleh beliau. Saat para tamu itu pamit dan menyisahkan minuman atau jamuannya, selalu dihabiskan oleh beliau tanpa sepengetahuan tamu tersebut.Tidak peduli siapapun adanya tamu itu. Dengan alasan ngalap berkah. 

Kidung Walang Sungsang

Bicaramu adalah kualitasmu,
yang merupakan cerminan dari dirimu.

Seseorang tak lantas menjadi suci,
hanya karena dekat dengan orang suci
Tak lantas menjadi baik
hanya karena dekat dengan orang baik.
Tak lantas menjadi luhur
hanya karena memakai baju orang luhur

Tafakkur "Melihat Allah Dalam Setiap CiptaanNya"

Dalam pengertian sederhana , tafakkur bisa diartikan seabagai refleksi atau perenungan terhadap terhadap sesuatu. Akar dari segala yang maujud adalah nama-nama Allah Yang Mahaindah, karenanya, tafakkur berkaitam dengan nama-nama Allah, bukan Dzat-Nya. “Tafakkaruu fii khalqillah, wa la tafakkaru fi dzatillah, fainnakum la taqdurunna qudratahu”. (Renungkanlah ciptaan Allah, jangan renungkan Dzat-Nya, karena sesungguhnya kamu tak akan mampu mengukur kekuasaan-Nya.)

Dalam Al Quran Allah memberitahukan,, bahwa Dia mempunyai nama-nama Yang Paling Indah. Inilah nama-nama Kesempurnaan (kamal)-Nya yang mencakup keagungan (jalal) dan Keindahan (jamal).

Assholatu Mi’rajul Mu’minin

Apa tujuan Allah mengisraj mi’rajkan Nabi Muhammad SAW? Jika dijawab, untuk mendapatkan perintah shalat, maka itu adalah jawaban yang masih belum menyentuh sisi subtansinya.
Isra’ mi’raj merupakan hadiah dari Allah agar Nabi Muhammad SAW tahu akan tanda tanda kekuasaan allah, “linuriyahu Min aayatina…” Di mana Allah mempertemukan beliau langsung denganNya, yang mana Jibril As pun tidak berani menyertai Nabi SAW dan hanya berhenti di perbatasan Sidrat Muntaha. Nabi SAW “berjalan” sendiri menemui Allah SWT. Itulah puncak karunia tertinggi yang diberikan Allah kepada Nabi SAW.

28 Jul 2018

Keberkahan Ilmu

Dalam khazanah pesantren banyak hal yang dipercaya bersifat faktor X -- atau yang sering diasumsikan sebagai hal di luar nalar, yang salah satunya adalah sesuatu yang disebut berkah. Dalam pengertian umum, barakah bisa diartikan dengan "ziyaadatul khair" (bertambahnya kebaikan). Bertambahnya kebaikan atau keberkahan dalam hidup bisa berupa banyak hal, cuma acap kali makna barakah itu kita persempit hanya sesuai dengan apa yang diinginkan, sehingga parameter yang dipakai dalam mengukur berkah tidaknya sesuatu adalah yang bersifat kuantitas.

24 Mei 2010

Sedekah

Sore itu Nampak Kang Sarkam dan Dul Kamdi sedang asik duduk jagongan di sebuah angkringan sambil menikmati kopi panas dan semilir angin sore, sambil ngobrol ngalor ngidul. Tibatiba Dul Kamdi dengan mimik agak serius bertanya:

“Kang, kenapa sih orang orang itu kalau sedekah sukanya ditampak-tampakin?”

“Maksudmu siapa, Dul?”, Kang Sarkam balik bertanya.

“Lha itu kayak Kaji Mahsun, masak mau sedekah aja nunggu ngumpulnya orang banyak. Udah gitu pake acara seremonial lagi. Apa itu ndak riya’, Kang?”

“sebentar to, Dul… Maksudmu riya’ gimana, menperlihatkan amal sedekahnya kepada orang banyak karena pingin dipuji gitu to?”

10 Mei 2010

Nasehat Untuk Raja

Dikisahkan oleh Sa'di;

Alkisah, Seorang raja yang zalim berkenan memanggil seorang darwisy untuk datang ke istananya agar memberi nasihat kepadanya.

Ketika Darwisy itu datang, Raja Zalim berkata, "Berikan aku nasihat. Amal apa yang paling utama untuk aku lakukan sebagai bekalku ke akhirat nanti?"

Sang darwis menjawab, "Amal terbaik untuk baginda adalah tidur."

Sang Raja jadi keheranan, "Mengapa?"

"Karena ketika tidur " jawab darwisy itu, "baginda berhenti mendhalimi rakyat. Ketika baginda tidur, rakyat dapat beristirahat dari kedhaliman."


*****

9 Mei 2010

Sedekah

Sore itu Nampak Kang Sarkam dan Dul Kamdi sedang asik duduk jagongan di sebuah angkringan sambil menikmati kopi panas dan semilir angin sore, sambil ngobrol ngalor ngidul. Tibatiba Dul Kamdi dengan mimik agak serius bertanya:

“Kang, kenapa sih orangorang itu kalau sedekah sukanya ditampak-tampakin?”

“Maksudmu siapa, Dul?”, Kang Sarkam balik bertanya.

“Lha itu kayak Kaji Mahsun, masak mau sedekah aja ngumpulnya orang banyak. Udah gitu pake acara seremonial lagi. Apa itu ndak riya’, Kang?”

“sebentar to, Dul… Maksudmu riya’ gimana, menperlihatkan amal sedekahnya kepada orang banyak karena pingin dipuji gitu to?”

8 Mei 2010

Seminar Godheg

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.00 lebih, dalam sebuah ruangan yang menyerupai sebuah aula itu, yang terletak di pojok antara deretan bangunan asrama santri, nampak Kang Sarkam, Dul Kamdi, Durakim, Kalimi, Mat Pithi, dan teman-temannnya yang berjumlah sekitar lima belas dua puluh orang terlihat  masih asik memperbincangkan sesuatu yang nampaknya seru. Terdengar mereka saling berdebat dengan seru mengutarakan argument masing-masing. Membuka lembar-lembar kitab yang bertumpuk yang bertumpuk dimeja untuk mengumpulkan ta’bir (dalil).

Alih-alih ternyata mereka mengadakan halaqoh (seminar), membahas tentang hukum godhek (geleng-geleng) ketika berdzikir. Siang sebelumnya, Dulkamdi menerima pertanyaan dari seseorang tentang hukum godhek ketika berdzikir, dan dia tak bisa menjawab, karena ia belum mengetahui satu hadits pun yang berkaitan tentang itu. Malamnya mereka mengadakan seminar yang khusus membahas tentang godhek manthuk-mantuhk ketika berdzikir. Tapi, sampai sekian lama, tak satu pun hadits mau pun ta’bir yang bisa mereka jadikan dalil.

13 Apr 2010

Nasehat Seorang Ibu

Dalam sebuah kesempatan, seorang Ibu bertanya pada anaknya, "Apa cita-citamu kelak, Nak?"

Dengan polos Sang Anak menjawab, "Ingin menjadi orang yang terpandang dan terhormat, Bu."

Sang Ibu tersenyum demi mendengar jawaban anaknya, sambil berkata, "Nak, Ibu tak menginginkan apa-apa darimu. Menjadi orang terpandang atau tidak, itu tidaklah penting. Kamu mau jadi apa kelak, itu juga bukanlah hal yang penting. Yang penting adalah bagaimana kamu bisa terhormat di sisi Tuhan, bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi yang lain. Memberikan kebaikan kepada orang lain. Menebarkan rasa damai dan tenteram di hati orang lain. Jika kamu tidak bisa menebar kebaikan, maka kurangilah keburukan. Dan bila tidak bisa menebar kebaikan, maka janganlah membuat keburukan, hingga menimbulkan rasa cemas dan khawatir di hati orang lain. Jangan sampai kamu menjadi orang yang bagi orang lain, ketiadaanmu adalah lebih baik daripada keberadaanmu."

Sang Anak terdiam, berusaha menangkap apa yang dikatakan oleh ibunya, dengan bahasa hatinya.

*******