Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

24 Sep 2018

Hijab Ke-aku-an


Suatu ketika di majlis ta'limnya, Abu Yazid menerangkan mukasyafah. Ada seorang pejabatBustham yang mengikuti pengajian tersebut. Ia sudah lama melakukan riyadloh dan puasa,tetapi mata hatinya tidak pernah dibuka oleh Alloh Ta'ala. kemudian Ia menanyakan masalahnya kepada Abu Yazid, "ya, syaikh, aku sudah berpuasa dan riyadloh memerangi nafsu selama 30 tahun, tetapi mengapa tidak bisa mukasyafah seperti yang syaikh Abu Yazid terangkan".

24 Agu 2018

Skenario Tuhan

"Jangan terlalu cepat menyimpulkan  sesuatu, karena setiap kejadian adalah merupakan rangkaian proses yang belum selesai, dan cara kerja Tuhan acapakali tidak seperti yang kita lihat dan sangkakan."

Alkisah... di suatu daerah ada seorang petani miskin yang memiliki seekor kuda putih mulus yang elok dan gagah. Ia sangat menyayangi satu-satunya kuda  yang ia miliki itu.

Suatu ketiika, seorang saudagar kaya lewat daerah situ dan melihat  kuda putih sang petani yang sedang ditambat di halaman rumahnya. Demi  melihat kuda itu, sang saudagar tertarik dan ingin membelinya.

Orang Yang Baik


Seorang murid bertanya kepada gurunya tentang dua keadaan manusia: 

Pertama, orang yang rajin sekali ibadahnya namun sombong, angkuh dan selalu merasa suci.
Kedua. kedua yang sangat jarang ibadah, namun mulia akhlaqnya, rendah hati, santun, lembut dan cinta dengan sesama.

Sang Guru Sufi menjawab, keduanya adalah baik... boleh jadi suatu saàt si ahli ibadah yang sombong itu menemukan kesadaran tentang akhlaknya yang buruk dan dia bertaubat lalu ia akan menjadi pribadi yang baik lahir dan batinnya, dan yang kedua bisa jadi orang yang rendah hati tadi dari sebab kebaikan hatinya, Allah menurunkan hidayah lalu ia menjadi ahli ibadah yang juga memiliki kebaikan lahir dan batin.
 
Sang murid bertanya lagi, "Lalu siapakah yang tidak baik kalau?”
Sang Guru menjawab, "Yang tidak baik adalah orang ketiga yang selalu mampu menilai orang lain, namun lalai untuk menilai dirinya sendiri."

18 Agu 2018

Sarkam Sowan Kiai

“Kanjeng Nabi itu adalah orang yang senantiasa basam (tersenyum) dan berseri-seri, bukan tertawa-tawa. Bahkan yang tersenyum dan berseri-seri bukan hanya wajahnya, tetapi seluruh anggota tubuhnya. Sehingga orang yang sumpek, melihat Kanjeng Nabi dari jauh saja langsung hilang sumpeknya. Berbeda dengan ketika ketika memandang orang yang wajahnya selalu merengut dan mbesengut macam po…litikus.. Kita yang asalnya tidak sumpek, memandangnya malah bisa jadi sumpek

Kiai itu, yang karena kecintaannya kepada Nabi dan kedekatannya dengan Gusti mempunyai aura yang diwarisi dari Nabi,

Kisah "Bung" Sang Nenek

"Kenapa panjenegan borong semua ‘bung’ itu, Mbah? padahal njenengan sendiri tidak membutuhkan semuanya?, tanyaku padanya ketika ia memborong sejumlah bung yang dipanggul seorang nenek renta sambil berjalan kaki, saat jalan-jalan di sebuah pagi setelah subuh.

"Tidak penting bagiku apakah aku membutuhkan bung itu atau tidak." Ia menjawab dengan datar. "Yang terpenting bagiku adalah aku telah melepaskan harapan nenek itu terhadap lakunya bung-bung itu dengan menjualnya ke pasar

30 Jul 2018

Keyakinan Dan Prasangka Baik

Pada suatu kesempatan saat saya sowan kepada salah satu guru saya, seperti biasanya, saya minta didoakan oleh beliau. Beliau kemudian menjawab, "Dungo iku sugesti, dadi yo tergantung sugestimu. Kapan sugestimu apik tur yakin yo sampean oleh apik, semuno ugo sewalike."

Kakek saya, setiap ada tamu datang ke rumah beliau selalu diberi jamuan seadanya oleh beliau. Saat para tamu itu pamit dan menyisahkan minuman atau jamuannya, selalu dihabiskan oleh beliau tanpa sepengetahuan tamu tersebut.Tidak peduli siapapun adanya tamu itu. Dengan alasan ngalap berkah. 

Thariqah

Suatu ketika para murid thariqah yang telah mendapat predikat senior diundang secara khusus oleh Sang Guru Mursyid. Dalam pertemuan khusus tersebut Sang Guru Mursyid memberi pertanyaan kepada semua yang hadir, "Apa yang kalian tahu tentang arti thariqah?"

Beberapa murid yang hadir menjawab dengan pengertian yang bersumber dari kitab-kitab tasawuf. Namun Sang Guru Mursyid menolak semua jawaban yang telah disampaikan, “Mau berthariqah aja kok sulit! Apa yang kalian sampaikan itu seperti omongan dari langit yang sulit dimengerti!”

Tafakkur "Melihat Allah Dalam Setiap CiptaanNya"

Dalam pengertian sederhana , tafakkur bisa diartikan seabagai refleksi atau perenungan terhadap terhadap sesuatu. Akar dari segala yang maujud adalah nama-nama Allah Yang Mahaindah, karenanya, tafakkur berkaitam dengan nama-nama Allah, bukan Dzat-Nya. “Tafakkaruu fii khalqillah, wa la tafakkaru fi dzatillah, fainnakum la taqdurunna qudratahu”. (Renungkanlah ciptaan Allah, jangan renungkan Dzat-Nya, karena sesungguhnya kamu tak akan mampu mengukur kekuasaan-Nya.)

Dalam Al Quran Allah memberitahukan,, bahwa Dia mempunyai nama-nama Yang Paling Indah. Inilah nama-nama Kesempurnaan (kamal)-Nya yang mencakup keagungan (jalal) dan Keindahan (jamal).

10 Mei 2010

Dua Anugerah Besar Dari Allah

Segala sesuatu yang wujud di alam semesta baik berupa manuasia, malaikat, binatang, tumbuh tumbuhan, udara, dan lain sebagainya, adalah tidak lepas dari dua kenikmatan yang telah diberikan Tuhan, yakni nikmat “ijad” dan nikmat “imdad”.

Pada hakikatnya, semua mahluk ialah bersifat ‘adam (tidak ada), lalu Allah menciptakan sesuatu yang semula tiada menjadi ada. Keberadaan manusia yang pada mulanya belum ada, lalu oleh Allah diwujudkan melalui rahim seorang ibu, adalah merupakan bentuk kenikmatan ijad dari Allah.

Setelah segala sesuatu diwujudkan oleh Allah, maka untuk kelestarian wujud dari mahluk tersebut Allah memberikan nikmat imdad. Nikmat ijad tidak selalu diiringi dengan nikmat imdad, semisal bayi yang baru lahir, ada yang lantas tumbuh sehat dan membesar dengan melalui perantara air susu ibu serta makanan makanan tambahan lainnya. Namun ada juga bayi yang baru lahir dan sekejap menghirup udara kehidupan lantas oleh sang ibu dibungkus kresek dan dibuang di tong sampah. Pada ilustrasi yang kedua, Allah telah memberikan nikmat ijad akan tetapi tidak memberikan nikmat imdad.

أنعم عليك أوّلا بلإيجاد وثانبا بتوال الإمداد


Ibnu ‘Athaillah Assakandari: “Allah telah memberikan nikmat kepadamu, yang pertama adalah nikmat ijad (diwujudkan), dan yang kedua nikmat imdad (kelestarian wujud secara terus menerus.”