Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan

30 Jul 2018

Tafakkur "Melihat Allah Dalam Setiap CiptaanNya"

Dalam pengertian sederhana , tafakkur bisa diartikan seabagai refleksi atau perenungan terhadap terhadap sesuatu. Akar dari segala yang maujud adalah nama-nama Allah Yang Mahaindah, karenanya, tafakkur berkaitam dengan nama-nama Allah, bukan Dzat-Nya. “Tafakkaruu fii khalqillah, wa la tafakkaru fi dzatillah, fainnakum la taqdurunna qudratahu”. (Renungkanlah ciptaan Allah, jangan renungkan Dzat-Nya, karena sesungguhnya kamu tak akan mampu mengukur kekuasaan-Nya.)

Dalam Al Quran Allah memberitahukan,, bahwa Dia mempunyai nama-nama Yang Paling Indah. Inilah nama-nama Kesempurnaan (kamal)-Nya yang mencakup keagungan (jalal) dan Keindahan (jamal).

28 Jul 2018

Keberkahan Ilmu

Dalam khazanah pesantren banyak hal yang dipercaya bersifat faktor X -- atau yang sering diasumsikan sebagai hal di luar nalar, yang salah satunya adalah sesuatu yang disebut berkah. Dalam pengertian umum, barakah bisa diartikan dengan "ziyaadatul khair" (bertambahnya kebaikan). Bertambahnya kebaikan atau keberkahan dalam hidup bisa berupa banyak hal, cuma acap kali makna barakah itu kita persempit hanya sesuai dengan apa yang diinginkan, sehingga parameter yang dipakai dalam mengukur berkah tidaknya sesuatu adalah yang bersifat kuantitas.

10 Mei 2010

Sekilas Menilik Tentang Sastra Profetik

Ketika membaca suatu karya sastra khususnya puisi, mayoritas penikmat sastra mendambakan adanya suatu nuansa keindahan setelah membaca karya sastra. Oleh karena itu, banyak penyair berusaha menuangkan harmoni kata yang indah dalam setiap karya puisi, walau mungkin maksud dari puisi tersebut adalah kegetiran kata yang tak tampak pada kasatmata.

Sastra yang bermukim pada wilayah teologi Islam, adalah merupakan bibit dari munculnya kesusastraan Melayu. Sedang sastra keagamaan yang merujuk pada Islam itu dapat dibagi menjadi tiga cabang; ilmu tasawuf, ilmu kalam, dan ilmu fikih. Di antara ketiga cabang ilmu dalam kajian Islam tersebut, ilmu tasawuf merupakan yang paling dekat dengan sastra, khususnya sastra Islam. Mengapa ilmu tasawuf disebut sebagai bibit dari corak sastra Islam?

Ilmu tasawuf menjelaskan tentang wilayah esoteris manusia dengan Sang Pencipta. Setelah melewati persinggahan-persinggahan (maqamat) dalam rasa kebatinan yang begitu dalam, banyak tokoh tasawuf (sufi) berharap untuk dapat bersatu dengan Tuhan, berusaha mendapatkan kesejatian diri, kesejatian alam, dan kesejatian Tuhan. Pesona indah kalimat yang diucapkan para sufi yang mengharap pancaran Ilahi menyelam ke dalam hati, berbeda dengan pengalaman pahit yang mereka derita. Karena manusia tidak bisa melepaskan diri dari pengertian tentang Tuhan, maka banyak kemungkinan bagi para sufi untuk memperoleh derajat tertinggi jika sudah bersatu dengan Tuhan, atau bersatu dengan semesta. Singkatnya, dalam persinggahan itu muncul kalimat-kalimat yang begitu indahnya dengan penjiwaan yang begitu teramat dalam serta mengandung keindahan bahasa yang sungguh luar biasa.